Fakta Menarik Dari Masjid Sang Cipta Rasa

16.40 by

Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Masjid Peninggalan Para Wali

Masjid Agung Sang Cipta Rasa, merupakan salah satu icon Cirebon. Konon, masjid ini adalah salah satu masjid tertua di Cirebon, yaitu dibangun sekitar tahun 1480 M atau semasa dengan Wali Songo menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Nama masjid ini diambil dari kata "sang" yang bermakna keagungan, "cipta" yang berarti dibangun, dan "rasa" yang berarti digunakan. Lokasi Masjid Sang Cipta Rasa ini tepat sekali berada di komplek Keraton Kasepuhan Cirebon. Jika Anda berwisata ke Keraton Kasepuhan, jangan lupa untuk mampir ke Masjid ini karena letaknya masih satu komplek dengan Keraton Kasepuhan. Kalian mau tau tentang beberapa fakta menarik dari Masjid Sang Cipta Rasa yang mungkin saja kalian belum tahu sama sekali, simak baik – baik ya, beberapa fakta unik dari Masjid Sang Cipta Rasa.

Masjid Agung Sang Ciptarasa

1.      Dulunya bernama Masjid Pakungwati
Sebelum bernama Masjid Sang Cipta Rasa. Masjid ini bernama Masjid Pakungwati, karena berada di kompleks Keraton Pakung Wati, yang sekarang bernama Kasepuhan, Nama Pakungwati sendiri diambil dari nama Nyi Mas Pakung Wati, puteri tunggal dari pangeran Cakra Buana (Raden Walang Sungsang) bin Raden Pamanah Rasa (Prabu Siliwangi / Sri Baduga Maharaja / Jaya Dewata). Dan Nyi Mas Pakungwati ini adalah pewaris tunggal dari Tahta Keraton Caruban Larang, sama Ayahandanya kemudian Nyi Mas Pakung Wati dinikahkan dengan Sunan Gunung Jati yang tidak lain adalah sepupu dari Prabu Siliwangi sendiri. Yang kemudian Sunan Gunung jadi naik tahta memegang komando pemerintahan Kesultanan Cirebon, dari beberapa sumber sih, katanya yang menggas dibangunnya Masjid ini adalah Nyi Mas Pakungwati yang diwujudkan oleh suaminya
2.      Dibangun Oleh Para Wali
Kalian tahu? Masjid Sang Cipta rasa adalah salah satu masjid di pulau Jawa ini yang dibangun oleh para wali,  kalo kalian masuk kedalam masjid dan berjalan menuju mihrabnya, kalian bakalan menemukan tiga buah batu tegel lantai khusus yang dulu dipasang oleh masing-masing wali dianataranya, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, dan Sunan Kalijaga, tiga buah tegel ini bermakna menyimbolkan Iman, Islam dan Ikhsan.
3.      Dirancang Oleh Arsitek Majapahit
Adalah Raden Sepat orang yang merancang Masjid ini, setelah diperintahkan oleh Raden Fatah Sultan Demak untuk turut ikut andil dalam pembangunan itu, sebelumnya Raden Sepat adalah Panglima dari Pasukan Majapahit yang berusaha menyerang Kesultanan Demak yang saat itu baru berdiri, namun berujung kekalahan telak, yang akhirnya membuat Raden Sepat berikrar untuk masuk Islam dan enggan untuk kembali ke Majapahit.
4.      Zam-zam dari Cirebon
Sumur Zam-zam atau Banyu Cis Sang Cipta Rasa ini berada di samping kanan atau utara masjid, ramai dikunjungi orang khususnya pada bulan ramadhan, katanya berkhasiat untuk kesehatan dan mampu menguji kejujuran seseorang.
5.      Dibangun sebagai Pasangan Masjid Agung Demak
Menurut sejarah, pada saat pembangunan Masjid Agung Demak, Sunan Gunung Jati meminta izin untuk membangun pasangannya Masjid Agung Demak di Cirebon, kalo Masjid Agung bergaya arsitektur yang maskulin, maka masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon bergaya feminim.
6.      Adzan Pitu dan Khotbah Bahasa Arab
Di masjid ini ada hal yang menarik dan tidak seperti biasanya, di Masjid Sang Cipta Rasa Cirebon setiap hendak Sholat Jum’at ada 7 orang muadzin yang berkumandang  secara bersamaan, adzan yang dilakukan oleh tujuh orang sekaligus dinamakan atau dikenal dengan “Adzan Pitu”. Selain adzan pitu, tradisi yang sampai saat ini masih dilestarikan yakni khotbah yang menggunakan bahasa Arab. Meski tidak dimengerti, namun jamaah tetap khidmat dan khusyuk mendengarkan khotbah.
Apalagi yah fakta-fakta unik tentang Masjid kebanggan Masyarakat Cirebon ini, masih banyak loh keunikan dan Fakta menarik lainnya,  jangan lupa share artikel ini kalo bermanfaat.

Adzan Pitu

Masjid Agung Sang Ciptarasa

0 komentar:

Posting Komentar