Tradisi Panjang Jimat Keraton Cirebon

15.36 by
Panjang Jimat Cirebon

Keraton di Cirebon memiliki tradisi khusus untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dinamakan Muludan, ketiga keraton yaitu Kanoman, Kasepuhan dan Kacirebonan menjadi satu dalam peringatan ini. Pada bulan maulud di komplek alun-alun Keraton Kasepuhan terdapat pasar tumpah selama kurang lebih 1 bulan. Tradisi puncak dari Muludan ini adalah Panjang Jimat, Panjang Jimat ini dilaksanakan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Panjang Jimat sendiri memiliki arti sebagai berikut panjang artinya lestari dan jimat yang berarti pusaka, jadi secara pengertian Panjang Jimat merupakan upaya dari keraton yang ada di Cirebon untuk melestrasikan pusaka yang paling berharga bagi umat Islam.
Puncak dari Acara peringatan ini adalah pada malam 12 Rabiul Awal, yang biasa disebut oleh masyarakat Cirebon sebagai Malam Pelal, pada malam Pelal ini diadakan ritual seremonial Panjang Jimat dengan mengarak barang yang sarat akan filosofis. Pada barisan pertama pertama kalian akan menemui barisan yang mengarak nasi tujuh rupa atau nasi jimat dari Bangsal Jinem, yang dimana Bangsal Jinem ini merupakan tempat Sultan Bertahta, ke masjid atau mushola keraton.

Pasar Tumpah Maulid Nabi

Pada barisan yang mengarak Nasi Jimat ini mendapat pengawalan dari 200 barisan abdi dalem yang masing-masing dari mereka membawa barang-barang yag mempunyai simbol tertentu seperti lilin yang mempunyai makna sebagai penerang, kemudian akan ada nadaran mangagar dan jantungan yang bermakna betapa agung dan besarnya orang yang lahir pada hari itu, yang dimaksudkan adalah Nabi Muhammad SAW.
Iringan ini akan menuju satu tempat yakni Langgar Agung dimana nantinya akan disambut oleh Pengawal yang membawa obor yang mempunyai makna sebagai Sosok Abu Thalib, Paman Nabi ketika beliau menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW, kemudian tumbuh menjadi pengemban amanat dari Allah SWT untuk menyebarkan Islam.
Sesampainya di Langgar agung, Nasi Jimat dibuka dan jug sajian makanan lainnya, termasuk juga makanan yang berada diatas 38 piring pusaka, Piring Pusaka ini merupakan peninggalan dari Sunan Gunung Jati yang berusia lebih dari 6 Abad, Acara di Langgar Agung ini adalah Shalawatan dan pengajian kitab Barjanzi hingga tengah malam.

Acara Panjang Jimat Cirebon

Acara Muludan ini sangat menarik untuk kalian kunjungi dan sekarang bertepatan dengan berlangsungnya acara, jadi bulan ini adalah bulan yang tepat untuk berkunjung ke Cirebon dan menyaksikan ragam budaya yang ada di sana. Oke sekian dulu artikel dari saya tentang Tradisi Pajang Jimat di acara Muludan di Cirebon, semoga bermanfaat yah!

0 komentar:

Posting Komentar